• Selasa, 30 November 2021

Ledakan di Rumah Orang Tua Veronica Koman Diduga Sebagai Bentuk Ancaman

- Senin, 8 November 2021 | 13:30 WIB
Densus 88 menyebut ledakan di rumah orang tua advokat pro-Papua Veronica Koman sebagai bentuk ancaman terkait aktivitasnya. (Ilustrasi: Portal Bandung Timur/heriyanto)
Densus 88 menyebut ledakan di rumah orang tua advokat pro-Papua Veronica Koman sebagai bentuk ancaman terkait aktivitasnya. (Ilustrasi: Portal Bandung Timur/heriyanto)

MIKROFON.ID - Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Polri, Kombes Pol Aswin Siregar menyatakan bahwa ledakan yang terjadi di rumah orang tua Veronica Koman diduga sebagai bentuk ancaman terkait aktivitasnya.

"Diperkirakan sebagai bentuk ancaman untuk penghuni rumah terkait dengan tindakan-tindakan dari Veronica Koman," ujar Kombes Pol Aswin Siregar Senin, 8 November 2021.

Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya surat ancaman di garasi rumah orang tua Veronica Koman yang mengatasnamakan Laskar Militan Pembela Tanah Air.

"Tambahan barang bukti berupa pesan tertulis yang menyinggung perbuatan Veronica Koman yang membela kelompok KKB di Papua, bukti itu ditemukan di garasi rumah orang tua Veronica Koman," ungkapnya melanjutkan.

Sebagaimana dikutip MIKROFON.ID dari PMJ News, pesan tersebut bertuliskan, "Warning!!! If The Police and Aparat dalam Maupun Luar Negeri Tidak Bisa Menangkap Veronika Kuman @Hero Pecundang dan Pengecut, Kami Terpanggil Bumi Hanguskan Dimanapun Bersembunyi. Maupun Gerombolan Pelindungmu."

Kombes Pol Aswin Siregar mengaku pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa benda yang meledak tersebut merupakan bom sebagaimana yang digunakan oleh kelompok teror biasanya.

"Belum bisa disimpulkan benda yang mengeluarkan ledakan tersebut adalah bom, sebagaimana bom yang digunakan kelompok teror," pungkasnya.

Sebelumnya, Veronica Koman yang juga telah ditetapkan oleh pihak kepolisian sebagai tersangka pelanggaran UU ITE tahun lalu pernah mengaku mendapatkan ancaman.

Dalam wawancara yang dipublikasikan SBS News pada 3 Oktober 2019, pengacara pro-Papua tersebut mengaku sering mendapatkan ancaman pembunuhan dan pemerkosaan.

Halaman:

Editor: I Haris

Tags

Terkini

Kesuksesan PON XX Papua Milik Siapa?

Rabu, 3 November 2021 | 15:05 WIB

Jokowi, Haji Isam dan Beneficial Ownership

Senin, 1 November 2021 | 11:01 WIB

Bus Tersangkut di Bawah Jembatan Viaduct Bandung

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 10:21 WIB
X