• Selasa, 30 November 2021

Pembangunan Besar-besaran Memang Tak Berhenti Karena Emisi Karbon dan Deforestasi

- Kamis, 4 November 2021 | 21:31 WIB
Banjir bandang yang terjadi hari ini di Kota Batu Malang Jawa Timur menunjukkan bahwa ada kerusakan pada kawasan hulu. Terutama maraknya alih fungsi kawasan hutan di wilayah atas seperti Sumber Brantas, ungkap WALHI Jawa Timur (4/11/2021). (Tangkap layar Twitter @WalhiJatim)
Banjir bandang yang terjadi hari ini di Kota Batu Malang Jawa Timur menunjukkan bahwa ada kerusakan pada kawasan hulu. Terutama maraknya alih fungsi kawasan hutan di wilayah atas seperti Sumber Brantas, ungkap WALHI Jawa Timur (4/11/2021). (Tangkap layar Twitter @WalhiJatim)

MIKROFON.ID - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyatakan bahwa pembangungan tak boleh berhenti karena masalah jejak buangan karbon ataupun kehilangan hutan.

"Pembangunan besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi," ujar Bu Menteri pada akun Twitter pribadinya, Rabu 3 November 2021.

Pernyataan Menteri LHK ini tampaknya sejalan dengan data laju deforestasi di Indonesia yang diungkap oleh Direktur Eksekutif Forest Watch Indonesia (FWI), Mufti Barri.

Dalam keterangan persnya, Mutfi mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan kehilangan luas hutan di Indonesia.

"Deforestasi di Indonesia justru meningkat dari yang sebelumnya 1,1 juta ha/tahun (2009-2013) menjadi 1,47 juta ha/tahun (2013-2017). Padahal Indonesia sudah berkomitmen untuk menekan laju deforestasi," ungkapnya.

Mufti menambahkan, "Walaupun ada klaim penurunan laju deforestasi dari pemerintah dalam 2 tahun terakhir, Angka itu menjadi tidak berarti karena adanya pergeseran area-area terdeforestasi dari wilayah barat ke wilayah timur."

Ironisnya, Mufti juga mencatat bahwa penurunan laju deforestasi di beberapa tempat bukan karena upaya pemerintah melainkan karena sumber daya hutan yang telah habis.

“Klaim keberhasilan menurunkan angka deforestasi menjadi tidak relevan jika rupanya deforestasi secara besar terjadi hanya di beberapa lokasi. Sementara di tempat lain, deforestasi menurun bukan karena upaya yang dilakukan pemerintah, melainkan karena sumberdaya hutannya yang sudah habis, paparnya.”

Mufti melanjutkan “Begitu juga dengan kebakaran hutan dan lahan, pada tahun 2021, ada sekitar 229 ribu ha hutan dan lahan yang terbakar di Indonesia. Bahkan dua tahun sebelumnya (2019) luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 1,6 juta ha, dimana 1,3 juta ha (82%) terjadi di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Ironisnya, di dua pulau itu pula izin-izin industri ekstraktif menguasai hutan dan wilayah adat.”

Halaman:

Editor: I Haris

Tags

Terkini

Kesuksesan PON XX Papua Milik Siapa?

Rabu, 3 November 2021 | 15:05 WIB

Jokowi, Haji Isam dan Beneficial Ownership

Senin, 1 November 2021 | 11:01 WIB

Bus Tersangkut di Bawah Jembatan Viaduct Bandung

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 10:21 WIB
X