• Selasa, 30 November 2021

Perempuan Adat Lambo Ajukan Alternatif Lokasi Pembangunan Waduk

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 11:46 WIB
otongan gambar pada video pemborgolan salah seorang Perempuan Adat, Hermina Mawa (Mama Mince) pada Senin, 4 Oktober 2021 di jalan menuju lokasi Lowo Se di Desa Rendu Butowe.
otongan gambar pada video pemborgolan salah seorang Perempuan Adat, Hermina Mawa (Mama Mince) pada Senin, 4 Oktober 2021 di jalan menuju lokasi Lowo Se di Desa Rendu Butowe.

MIKROFON.ID - Perempuan adat masyarakat Lambo mengajukan alternatif lokasi pembangunan waduk di Malawaka atau Lowo Pebhu di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lokasi pembangunan waduk di Malawaka atau Lowo Pebhu ini diajukan sebagai alternatif dari lokasi pembangunan waduk yang direncanakan pemerintah daerah setempat di Lowo Se.

Para perempuan masyarakat adat Lambo ini memandang jika pembangunan waduk di dilakukan di Lowo Se, maka masyarakat adat akan mengalami kerugian yang lebih besar.

"Yakni hilangnya sebagian perkampungan; bangunan publik seperti kapel, sekolah dan Puskesmas Pembantu (Pustu); lahan pertanian yang potensial dan berkualitas baik; padang penggembalaan ternak dan padang perburuan adat; pekuburan leluhur; dan tempat-tempat sakral atau ritus adat," papar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) melalui unggahan akun Instagram-nya @rumah.aman pada Jumat, 29 Oktober 2021.

Sementara itu, menurut keterangan AMAN, jika pembangunan berada di lokasi Malawaka atau Lowo Pebhu, Masyarakat Adat hanya akan kehilangan lahan pertanian dan padang saja.

"Dua lokasi tersebut memiliki luas yang kurang lebih sama (600-an hektar), akses pembangunan yang lebih baik, dan distribusi air waduk yang relatif lebih dekat menuju Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo," jelasnya lagi.

AMAN juga menyebutkan bahwa lokasi alternatif di Lowo Pebhu yang diajukan oleh masyarakat adat sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditetapkan melalui Perda No.1 Tahun 2011 Kabupaten Nagekeo.

"Pembangunan waduk sesungguhnya berada di lokasi Lowo Pebhu dengan nama Ngabatata. Lowo Se tidak untuk waduk, tapi kepentingan lain," ungkap AMAN.

AMAN juga menambahkan bahwa usulan lokasi pembangunan waduk di Malawaka dan Lowo Pebhu sudah disampaikan masyarakat sejak tahun 2001, dan kembali disampaikan di tahun 2015.

Halaman:

Editor: I Haris

Tags

Terkini

Kesuksesan PON XX Papua Milik Siapa?

Rabu, 3 November 2021 | 15:05 WIB

Jokowi, Haji Isam dan Beneficial Ownership

Senin, 1 November 2021 | 11:01 WIB

Bus Tersangkut di Bawah Jembatan Viaduct Bandung

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 10:21 WIB
X