• Senin, 24 Januari 2022

Media Inggris Ungkap Dokumen Rahasia yang Menunjukkan Keterlibatan Negara Mereka Dalam Tragedi 1965

- Senin, 18 Oktober 2021 | 15:17 WIB
Dokumen Kementerian Luar Negeri Inggris yang dideklasifikasi baru-baru ini mengungkapkan peranan agen propaganda mereka dalam peristiwa 1965 (Museum Brawijaya)
Dokumen Kementerian Luar Negeri Inggris yang dideklasifikasi baru-baru ini mengungkapkan peranan agen propaganda mereka dalam peristiwa 1965 (Museum Brawijaya)

MIKROFON.ID - Dokumen Kementerian Luar Negeri Inggris yang dideklasifikasi baru-baru ini mengungkapkan peranan agen propaganda mereka dalam peristiwa 1965.

Hal ini diungkap The Guardian, media terkemuka Inggris dalam laporan bertajuk "Revealed: how UK spies incited mass murder of Indonesia’s communists" pada 17 Oktober 2021.

Dalam laporannya, disebutkan bahwa para agen rahasia Inggris mendorong propaganda anti komunis, termasuk para jenderal angkatan bersenjata Indonesia, untuk menghancurkan PKI.

Serangan propaganda ini merupakan respon Inggris atas kebijakan Soekarno yang menentang pembentukan federasi Melayu (Malaysia) yang merupakan bekas koloni mereka.

Baca Juga: Maria Ressa dan Dmitry Muratov Raih Hadiah Nobel Perdamaian 2021

Penentangan Soekarno atas kebijakan Inggris tersebut melahirkan konflik skala kecil dan serangan militer Indonesia di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia di tahun 1963.

Menurut laporan tersebut, spesialis propaganda departemen riset informasi (IRD) Kementerian Luar Negeri Inggris kemudian dikirimkan ke Singapura di tahun 1965 untuk menyusun propaganda hitam dalam melemahkan pemerintahan Soekarno.

Pada pertengahan 1965, operasi tersebut tengah berlangsung dengan gencar, dan percobaan kudeta oleh para perwira Kiri di tubuh angkatan bersenjata Indonesia menjadi peluang bagi operasi ini sehingga berdampak kuat dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Dugaan Penyusupan Pendukung PKI di tubuh TNI, Panglima TNI Hadi Tjahjanto Enggan Berpolemik

Halaman:

Editor: I Haris

Tags

Terkini

Myanmar Dapat Desakan dari Amerika Serikat

Rabu, 15 Desember 2021 | 14:05 WIB

Omicron dan Efek Bahaya Jika Menjangkit Anak-Anak

Senin, 13 Desember 2021 | 16:00 WIB

Jokowi Resmi Terima Palu Presidensi G20, Apa Itu G20?

Senin, 1 November 2021 | 17:54 WIB

Cina Keluarkan Hukum Untuk Kurangi PR Bagi Siswa

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:32 WIB

Kegalauan WHO dalam Urusan Game

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:07 WIB

Terpopuler

X