• Senin, 24 Januari 2022

Laporan Investigasi Sebut Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh Robot Israel

- Kamis, 23 September 2021 | 05:05 WIB
Fakhrizadeh, seorang ilmuwan Nuklir Iran dilaporkan dibunuh Israel dengan menggunakan teknologi robot pembunuh.
Fakhrizadeh, seorang ilmuwan Nuklir Iran dilaporkan dibunuh Israel dengan menggunakan teknologi robot pembunuh.

MIKROFON.ID - Fakhrizadeh, seorang ilmuwan Nuklir Iran dilaporkan dibunuh Israel dengan menggunakan teknologi robot pembunuh. Kabar mengenai penggunaan teknologi robotik artificial intelligence (AI) dalam pembunuhan pria yang dianggap sebagai kepala program pengayaan nuklir Iran ini diungkap The New York Times melalui laporannya pada hari Sabtu (18/9).

Israel telah lama berusaha membunuh pria yang menurut mereka memimpin program persenjataan nuklir Iran ini. Pembunuhan atas Mohsen Fakhrizadeh pada Jumat 27 November tahun lalu tersebut menjadi akhir dari berbagai ancaman dan upaya pembunuhan atasnya oleh pihak intelejen Israel, Mossad, selama sekurangnya 14 tahun terakhir.

Fakhrizadeh terbunuh setelah tubuhnya diberondong peluru dalam perjalanan bersama istrinya dari Absard. Penduduk setempat menyebutkan terdengar suara ledakan keras yang diikuti rentetan tembakan.

Baca Juga: 20 Tahun Serangan 11 September, Sekjen PBB sampaikan Pesan

Penggunaan senjata robotik berteknologi artificial intelligence dalam pembunuhan Fakhrizadeh pertama kali dikemukakan oleh Jendral Fadavi, Deputi Komandan Garda Revolusi Iran.

Sebuah senapan mesin terpasang pada mobil pick-up Nissan yang "dilengkapi sistem satelit intelejen diarahkan kepada as-syahid Fakhrizadeh" dan "menggunakan artificial intelligence", ungkap Fadavi dalam sebuah upacara peringatan di Tehran, sebagaimana dikutip BBC (7/12/2020).

Senapan mesin tersebut "hanya tertuju pada wajah as-syahid Fakhrizadeh sehingga istrinya, meski hanya berjarak 25cm darinya, tidak tertembak", tutur Fadavi.

Fadavi juga menegaskan bahwa tidak ditemukan keberadaan pelaku di lokasi kejadian pada saat penembakan tersebut berlangsung, menurutnya "dari total 13 peluru yang ditembakkan, seluruhnya ditembakkan dari [senjata] dalam Nissan". Empat peluru mengenai kepala keamanan Fakhrizadeh "saat dirinya melemparkan diri" ke arah sang ilmuwan yang sedang dikawalnya, tambahnya.

Baca Juga: Komodo Kini Termasuk Hewan yang Terancam Punah

Halaman:

Editor: Muhammad Fikry Mauludy

Tags

Terkini

Myanmar Dapat Desakan dari Amerika Serikat

Rabu, 15 Desember 2021 | 14:05 WIB

Omicron dan Efek Bahaya Jika Menjangkit Anak-Anak

Senin, 13 Desember 2021 | 16:00 WIB

Jokowi Resmi Terima Palu Presidensi G20, Apa Itu G20?

Senin, 1 November 2021 | 17:54 WIB

Cina Keluarkan Hukum Untuk Kurangi PR Bagi Siswa

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:32 WIB

Kegalauan WHO dalam Urusan Game

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:07 WIB

Terpopuler

X